Postingan

Sulung dan Amarah

Gambar
Menurut ayah, kepalaku sekeras batu. ‎Menurutku, batu itu berat. Kata ibu, hatiku dingin seperti es. Namun membeku adalah caraku menyimpan air agar ia tidak ke mana-mana. Bagi adikku, wajahku merah padam. Bagiku, merah itu berani. Merah adalah garda. ‎ ‎Agar adik pertamaku tidak perlu, agar yang kedua bisa mengadu. Wajah galak itu, pakaikan padaku saja, tepat di alis mataku. ‎ ‎Bagi beberapa orang, tidak perlu marah untuk didengar. Bagi beberapa orang, itu adalah bentuk keberuntungan yang mahal sekali. Sebagian punya dunia yang aman untuk memeluknya sebelum meradang. Sebagian lagi harus mencoba lebih giat karena beberapa amarah yang bangun terlalu sering itu bukan hanya miliknya. ‎ ‎Mereka adalah air yang terbakar, lahir dari api yang menari. Beribu kali mencoba menyelam palung emosi, mencicipi pahit dan gelap dunia jauh sebelum mereka belajar berbicara. Tumbuh dengan api-api yang belum mahir, bertelanjang corak luka yang diwariskan. ‎ ‎Mereka yang disebut seram ketika yang...

Dari aku, untuk diriku

Gambar
Ada hal-hal dalam hidup yang tak perlu dipaksakan untuk dimengerti, dan mungkin salah satunya adalah aku. Aku pernah menjadi seseorang yang berharap selalu disertakan, yang merasa punya tempat dalam setiap pertemuan, dalam setiap rencana, dalam setiap kebersamaan. Tapi nyatanya, tidak semua tempat menyisakan ruang untuk kehadiranku.  Tidak semua orang merasa kehilangan saat aku tak ada. Dan tidak semua cerita butuh peran dari diriku. Pada akhirnya, aku belajar bahwa tidak diajak bukan berarti tak berarti. Tidak dilibatkan bukan berarti tak pantas. Hanya saja, dunia tak selalu memutar naskah sesuai dengan keinginan hati kita. Dulu, aku sering mempertanyakan, "Apa salahku sampai mereka meninggalkanku?" Kini aku berhenti bertanya. Bukan karena aku sudah tahu jawabannya, tapi karena aku mulai menerima bahwa tak semua jawaban harus dicari. Tak semua ketidakadilan perlu dibalas. Tak semua kehilangan harus digenggam erat.  Kadang, diam adalah bentuk terkuat dari penerima...

Melihatmu dari kejauhan

Gambar
Aku selalu melihatmu dari kejauhan, dimana tidak ada kemungkinan menyakitkan untukmu maupun aku. Biarlah seperti ini, kamu dengan prosesmu begitupun aku dan mungkin sebuah ikhlas adalah jalan paling baik sekarang. Aku memilih diam bukan karena aku tidak ingin dekat denganmu tapi karena aku menyadari sesuatu yang sangat berharga harus benar benar terjaga. Aku tidak ingin mengganggu pikiranmu dengan tindakanku disaat kau harus fokus dalam perancangan hidupmu, aku tidak ingin kehadiranku menambah beban-beban pikiranmu. Aku tidak ingin membuang waktumu dengan hal-hal yang mungkin hanya akan mengalihkan perhatianmu dari apa yang benar-benar penting, aku tau kau memiliki tanggung jawab untuk di tangani dan mimpi untuk di kejar begitupun denganku. Aku tidak ingin mengganggu kedamaian hatimu. Aku tau setiap orang memiliki bebannya masing-masing, luka dan perjuangannya sendiri-sendiri. Aku menolak untuk menjadi seseorang yang menambah semua itu. Jika suatu hari aku menjadi bagian hi...

Ngomong sama diri sendiri; kamu lagi kenapa?

Gambar
Akhir-akhir ini sering mengajukan pertanyaan itu kepada diri sendiri. Belajar mengakui, kalau lagi kepayahan, lagi ketakutan, lagi khawatir, lagi kecewa bahkan lagi marah. Namun disisi lain, sedang belajar juga agar segala bentuk fluktuasi emosi tidak menyakiti orang lain. Akhir-akhir ini sedang dan akan terus belajar menerima, bahwa gak semua orang mengerti posisiku; apa yang sudah ku lalui, apa yang lagi aku hadapi di depan dan apa yang sedang bertarung dalam pikiran.  Akhir-akhir ini sering memintal doa dan semoga doa ini terus melekat dalam tiap langkah; doa agar merasa cukup atas apa-apa yang sudah dipunya, belajar syukur dalam semua keadaan, belajar sabar atas apa-apa yang mengesalkan, belajar baik sangka atas apa-apa yang ditunda, belajar maaf atas apa-apa yang membuat luka dan belajar berdamai atas kesalahan yang sudah-sudah. Aku tahu, ada beberapa orang yang diberi kelebihan untuk bodoh amat dengan keadaan dan let it flow, sayangnya rumus itu tidak berlaku pada...

RAHASIA MEMAAFKAN

Gambar
Di awal perkenalan kita dulu, aku pernah bercerita sesuatu kepadamu. Kukatakan bahwa memaafkan itu seumpama perjalanan. Masih ingatkah? Ah iya, semakin hari aku semakin mengamini bahwa, there’s no such a magical thing in forgiving. Memaafkan itu butuh waktu, butuh proses, butuh perjalanan. Apalagi untuk hal-hal yang berat, memaksa seseorang untuk langsung memaafkan saat itu juga saat konfliknya belum usai adalah seperti mendirikan bangunan di tengah badai: rumit, juga sia-sia. Dulu, aku pernah bertanya-tanya tentang rahasia memaafkan. Apa yang bisa kulakukan untuk memaafkan? Iya, aku pernah sebingung itu untuk memaafkan; entah itu memaafkan orang lain, masa lalu, atau bahkan suatu kejadian yang baru saja berlalu. Rasanya seperti berjalan memutari labirin: salah lagi, salah lagi, hingga lama sekali aku berputar-putar tanpa bertemu dengan jalan keluar. Kamu pernah merasakannya juga, bukan? Semua serba tidak menyenangkan, ya? Kita bahkan bisa jadi masih memikirkannya dalam mat...

TERIMA KASIH SUDAH SABAR MENGHADAPI DIRIMU SENDIRI

Gambar
Penghujung tahun yang selalu hujan.  Sayang, tahun ini kau telah bertahan dan melaluinya dengan baik, atas bantuan Allah yang selalu menyertaimu dan juga doa-doa teduh dari orang yang menyayangimu.  Melewati segala bagian-bagian buruk dengan tetap melangkah meski jiwa terasa dibuat remuk.  Atas kumpulan mimpi yang masih tertunda, tetaplah diperjuangkan dengan ikhlas dan rela, ya! Atas segala kegagalan yang telah terjadi, kesempatan untuk memperbaiki selalu ada, jangan melewatkan dan terlalu larut dalam ruang kecewa. Ambilah kuas, lukislahlah langitmu dengan cerah dengan awan-awan yang terus membelah dalam bentuk indah.  Teruslah belajar tumbuh sayang, meski berulang kali patah.  Belajarlah bijaksana, meski berulang kali beberapa kenyataan membuatmu hilang arah dan memilih keputusan membuatmu goyah. Teruslah berbenah, memperbaiki yang salah dan memaafkan segala keterlanjuran yang memicu amarah.  Terima kasih sudah sabar menghadapi dirimu sendiri....

BADAI KALI INI BERBEDA

Gambar
Teruntuk diriku yang sedang merasa kesulitan. Sebentar lagi November akan datang dengan semua rahasia yang tersimpan dalam jubah waktu yang tidak bisa kau tebak. Bisa jadi ada seseorang yang datang padamu, membawa hal baik. atau, bisa jadi pula itu hal buruk. Aku bersyukur kau melalui dua bulan terakhir dengan tetap tegar, tapi aku tahu badai kali ini teramat berbeda. Hatimu sedang sangat berantakan, kepercayaanmu hancur dan sebagian hilang entah kemana dan kau kesulitan untuk mengakui dan mengatakan pada dirimu sendiri " mengapa aku tampak berbeda? ". Tampak menjadi bukan diriku, seperti sebelum badai itu datang.  Ternyata, ada beberapa badai badai dahsyat yang selalu datang di luar perkiraan, tahu-tahu isi rumahmu di buat hancur tidak tertata lagi. Menyusun kepingan berani untuk percaya, ternyata tidak pernah mudah ya. Tak apa diriku, bertumbuh memang selalu seperti ini, kau di uji dengan hal tersulit untuk mengeluarkan versi terbaik dalam dirimu yang kau punya, ...