Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

RINDU

Gambar
Pagi ini, dadaku terasa sakit. Nyeri sekali. Mungkin, anak-anak rindu yang sengaja kumatikan sudah tak lagi bisa mati. Mungkin, mereka sedang bahu-membahu berusaha merobohkan pagar yang susah payah kubuat untuk menghambat laju rindu. Aku kalah, ray. Kalah, bukan mengalah. Mereka terlalu kuat untuk kutahan sendirian.  Aku berantakan sekaligus gemetaran. Bagaimana bisa tunas rindu berubah menjadi musuh yang paling menakutkan dan mematikan? Rinduku beranak-pinak. Sayang, kamu tidak bisa kuberitahu. Tapi, Ray, kita sama-sama tahu kan, penyakit harus diobati. Bagaimanapun caranya. Entah si obat menang atau penyakit yang jadi juara. Aku ingin kamu membantuku, Ray. Membantu mengobati apa yang aku sebut penyakit. Aku sama sekali tidak bermaksud mengganggumu. Tidak. Ah, Ray. Sudahlah. Ini konyol. Toh, aku yang kalah.

DIA

Gambar
Dia ini istimewa. setidaknya di mataku, meski ia tak selalu ada seperti tokoh di kisah roman kebanyakan. Ia selalu bisa mengukir senyum di bibirku bahkan hanya dengan caranya menatapku.  Entah senyawa apa yang terkandung dalam bola mata coklatnya sehingga setelah mata kita bertemu, seketika itu juga terjadi reaksi bagai atom yang saling menarik dalam ikatan kimia. Ku harap ini bukan jatuh cinta. Bersamanya aku tak perlu repot memilih topeng mana yang harus ku kenakan karena ia membuatku terbiasa untuk terbuka. Bersamanya aku bisa menceritakan banyak hal hingga larut malam sampai salah satu di antara kita tertidur. Bersamanya aku selalu yakin dalam mengambil langkah. Dan bersamanya pula, aku merasa takut. Aku takut. Takut kalau-kalau nyatanya ia bukan yang dipersiapkan Tuhan untukku. Ku harap ini bukan jatuh cinta. Dia juga membingungkan. Kadang ia sangat dekat bagai huruf A dan S dalam papan ketik. Kadang ia sejauh kedua kutub bumi. Dan banyak k...