RAHASIA MEMAAFKAN
Di awal perkenalan kita dulu, aku pernah bercerita sesuatu kepadamu. Kukatakan bahwa memaafkan itu seumpama perjalanan. Masih ingatkah? Ah iya, semakin hari aku semakin mengamini bahwa, there’s no such a magical thing in forgiving. Memaafkan itu butuh waktu, butuh proses, butuh perjalanan. Apalagi untuk hal-hal yang berat, memaksa seseorang untuk langsung memaafkan saat itu juga saat konfliknya belum usai adalah seperti mendirikan bangunan di tengah badai: rumit, juga sia-sia. Dulu, aku pernah bertanya-tanya tentang rahasia memaafkan. Apa yang bisa kulakukan untuk memaafkan? Iya, aku pernah sebingung itu untuk memaafkan; entah itu memaafkan orang lain, masa lalu, atau bahkan suatu kejadian yang baru saja berlalu. Rasanya seperti berjalan memutari labirin: salah lagi, salah lagi, hingga lama sekali aku berputar-putar tanpa bertemu dengan jalan keluar. Kamu pernah merasakannya juga, bukan? Semua serba tidak menyenangkan, ya? Kita bahkan bisa jadi masih memikirkannya dalam mat...